Rabu, 31 Oktober 2018

Cerita Sex : Nikmat Ngentot Dengan Pembantu Baru


Bandar Judi : “Inah, masukkan barang-barang ini ke kulkas segera ya..” perintahnya kepada pembantuku. Inah adalah pembantuku satu-satunya, setelah kemarin Warni minta ijin untuk berhenti karena mau dikawinkan oleh kedua orang tuanya.. Tak lama kemudian istriku datang menghampiriku yang sedang santai membaca sambil nonton acara TV.. “Pa ini pembantu baru yang gantiin si Warni, aku baru ambil dari yayasan di Depok. Namanya Siti pa,” jelas istriku.
Dibelakangnya berjalan dengan kepala tertunduk si pembantu baru ini. Sosok tubuhnya cukup tinggi, dengan wajah yang mencerminkan gadis dari desa dan perawakan yang cukup bagus. Yang membuat aku agak memberikan perhatian lebih lama adalah bongkahan daging yang sangat menonjol didadanya itu. Aku memang gak bisa menahan diri, jika melihat buah dada yang membusung seperti itu. Wah enak nih kalau bisa meremas dan mengulum buah dada seperti ini, pikirku..
“Umurnya baru 20 pa, tapi dia dah pengalaman jadi TKW ke Arab,” jelas istriku. “Ini bapak ya Ti, kamu mesthi layani Bapak dengan baik lho..” “Iya bu, saya akan lakukan,” jawabnya sambil tetap menundukkan kepalanya, sehingga membuatku lebih leluasa untuk mengamati tonjolan buah dadanya yang bulat itu. “Ya sudah sana,” kataku, “kamu bantu Inah di belakang. Yang penting kamu kerja yang baik.”
“Iya pak, terima kasih saya boleh kerja disini..” sahutnya sambil membalikkan badan dan berjalan kearah dapur. Sempat aku perhatikan perawakannya dari belakang, ternyata dia punya pantat yang cukup bundaar dan sekal, paha dan betisnya sangat bagus bentuknya walau kulitnya tidak terlalu putih. Ini jenis body yang sangat membangkitkan selera nafsu birahiku. Tak terasa adikku sudah mulai bangun dan menggeliat ketika membayangkan pembantu baruku tanpa sehelai benang ditubuhnya.. Aaaargghh….!!!
Pekerjaanku sebagai konsultan lepas untuk beberapa perusahaan membuatku lebih sering berada dirumah, dan mengerjakan segala sesuatunya dirumah. Aku keluar rumah ketika ada klien atau mitra yang harus kutemui, selebihnya aku lebih senang menghabiskan waktuku dengan bermain bersama anak-anaku. Sehari-hari setelah mengantar anak-anakku kesekolah, aku kembali kerumah dan mulai mengerjakan tugas-tugasku .
Aku sedang diruang kerjaku menulis analisa tentang perusahaan telekomunikasi A yang merupakan kompetitor dari klien utamaku, ketika Siti melewatiku dengan membawa peralatan pembersih, “Permisi pak, mau bersihin kamar dan kamar mandi Bapak..” jelasnya lirih sambil menundukkan kepalanya. Kupandangi wajahnya yang masih tetap menunduk, an kemudian turun kedadanya yang membusung, padat dan tegak.
“Kamu umur berapa sih sekarang Ti?” tanyaku sambil tetap tidak melepaskan pandanganku dari dadanya. “Saya mau 21 tahun pak, tahun ini,” jawabnya sambil masih tetap menundukkan kepalanya. “Kamu dah kawin ya,” tebakku sambil bersuara agak tegas, walau ngakunya pada istriku masih gadis. “Jangan bohong kamu sama aku ya..” tegasku. Dia makin menundukkan kepalanya dan kemudian menjawab lemah, “Sudah pak, tapi jangan bilang ibu ya pak, saya sangat butuh banget kerjaan ini pak. Anak saya sangat perlu uang untuk beli susu dia pa..” “Ya sudah, sana.. Tapi kerja yang baik dan nurut disini ya, sama aku.. Jangan bantah..
Tolong klosetnya jangan lupa kamu gosok yang bersih, ya Ti..” kataku, sambil tak lepas menatap dadanya yang nampak lebih membusung hari ini dengan kaus oblong putih yang agak kekecilan itu.. “Makasih pak, saya akan nurut bapak, tapi jangan bilang ibu ya pak..” pintanya lirih. He….he…he.. ada kartu truf ni buat aku untuk muasin sikecil yang sudah mulai tegak.. Oke untuk hari ini kamu aku biarkan lolos dari incaranku, sambil mulai memikirkan cara untuk dapat menikmati tubuhnya, terutama dadanya sang sangat tegak, padat dan sekal itu..
Pagi itu aku sedang mengetik kerjaan didepan komputer ketika Siti lewat untuk membersihkan kamarku.. Hemmhh.. Masiih dengan kaus yang agak ketat, dadanya tampak sangat membusung dan menggairahkan.. “maaf pak mau bersihkan kamar dan kamar mandi bapak..” pintanya sambil masih menunduk.. “Ya sudah sana,” jawabku sambil tak lepas menatap buah dadanya yang indah..
Aku melanjutkan pekerjaanku sambil memikirkan cara yang tepat untuk menikmati buah dada pembantu baruku ini.. Ketika kudengar dia memasuki dan membersihkan kamar mandiku, aku segera bangkit dan menyusul masuk ke kamar mandi.. “Ti tolong kamu potongi bulu rambut yang ada ditelingaku ini ya.. Hati-hati tapi kamu, jangan sampai luka..” kataku. Dengan hati-hati dia mulai memotongi rambut di telingaku, dan dengan sengaja kuangkat sikuku, sambil berpura-pura meringis kesakitan, hingga menyentuh tonjolan didadanya..
Dia agak mundur sedikit, tapi kembali sikuku mengejar buah dada yang kesat itu. Wah masih padat dan kenyal sekali, sehingga adikku mulai tegak.. Ketika kusuruh dia pindah kekuping kiriku, sekarang dengan telapak tanganku kananku kusentuh, kutekan, dan mulai kuremasi buah dada yang sudah beberapa hari ini menghantuiku.. Dia menjauhkan tubuhnya dan berhenti memotong rambut kupingku.. “Paakk, jangan pak..”pintanya lemah.. Tapi aku segera menghardiknya “Ayo, lanjutkan motongnya!!!” Dengan takut-takut dia melanjutkan kegiatannya dengan hati-hati, dan kembali aku menjulurkan telapak tanganku untuk meremas dadanya.
Meski dia berusaha menghindar tapi aku malah berusaha untuk memasukkan tanganku kebalik kaus ketatnya, dan akhirnya berhasil kusentuh dan kuremas dengan nikmat buah dadanya yang sebagian lagi masih tersembunyi dibalik BHnya. “Pakk, jangan pakk.. nanti dimarahin ibu pakk…”pintanya lirih sambil berusaha lari keluar kamar mandi.. Karena takut nanti dia berteriak, akhirnya ku biarkan di keluar dari kamar mandi.. Uhh… ini buah dada yang terkenyal dan terpadat yang pernah kurasakan… Awas kamu nanti Ti, janjiku pada diriku sendiri.. Aku harus bisa menikmati lebihhh…..
Biasanya anak-anak memang tidak tidur bersama aku dan istriku..Dan Siti setiap malam tidur dikamar tidur anakku, dan menemani mereka ketika mereka tidur dikamar itu.. Tapi malam itu anak-anak tidur dikamarku, jam 21.00 mereka sudah terlelap dikeloni oleh istriku. Aku masih didepan komputer, ketika kudengar suara langkah kaki Siti menaiki tangga dan masuk kekamar anakku..
Ah.. malam ini aku harus menikmati lagi kenyalnya buah dada si Siti pikirku.. Tiga jam kemudian, setelah yakin istriku lelap dalam tidurnya, aku mengendap-endap mendekati kamar anakku dan menempelkan kupingku kepintu.. Aku yakin Siti sudah tidur, karena dari dalam kamar anakku hanya suara desis AC saja yang terdengar.. Kunci pintu kamar anakku memang sengaja aku sembunyikan, sehingga dengan leluasa aku masuk dan segera menutup kembali pintu..
Kulihat Siti tidur dengan nyenyaknya, dan dada yang membusung itu nampak dengan jelas dibalik setelan dasternya yang longgar.. Kucoba untuk membuka kancing atas dasternya, ternyata dia tidak mengenakan BH malam ini.. Waaahh….pucuk dicinta ulam tiba, pikir ku.. Setelah lima kancing terbuka semua, maka menyembullah buah dada yang bulat dan tegak.. Aku yakin ukurannya tidak kurang dari 36c, dan yang membuatku tambah terangsang karena buah dadanya tetap tegak kencang walau dia dalam posisi telentang.. Kutangkupkan telapak tangan ku pelan-pelan diatas dada indah itu, dan pelan-pelan aku mulai meremasnya.. Wahhh adikku sudah mengeras dengan cepatnya, dan nafsuku makin tak tertahan..
Segera kuhentikan remasanku, ketika dia bergerak hendak pidah posisi walau masih dalam keadaan tidur. Ternyata posisinya malah makin membuatku spaneng.. Sekarang dia telentang sepenuhnya, dan kedua kakinya membuka agak lebar, dengan buah dadanya membusung tegak tanpa tertutupi daster atasnya yang telah kubuka kancingnya.. Aku sudah tak dapat menahan lagi nafsuku yang memuncak, segera kuaposisikan kedua lututku diantara kedua pahanya dan kutindih dia seraya mulutku tanpa basa-basi lagi segera mengulum dan mengisapi buah dadanya..
Siti terbangun tapi masih belum sadar apa yang terjadi, dan ketika kesadarannya pulih keadaan sudah terlambat karena buah dadanya sudah sepenuhnya tenggelam dalam kuluman mulutku dan kedua tanganku segera menahan kedua tangannya yang hendak mendorong kepalaku.. Ahhhhh memang enak benar susu pembantu baruku ini.. Benar-benar kenyal dan padat sekali, pantas tetap tegak walau dia dalam posisi telentang dan tanpa penyangga apapun.. Inilah buah dada yang selama ini kuidam-idamkan.. Mulutku tak henti mengulum dan mengisap susu Siti, putingnya kekecap-kecap dengan lidahku..

Awalnya Siti masih berusaha memberontak, tapi ketika kukunci pinggangnya dengan pinggangku yang berada diantara kedua pahanya, dan kedua tangannya kutahan dengan tanganku, akhirnya dia pasrah dan mengendurkan pemberontakannya.. Aku makin menggila dan mulutku makin gencar menghajar kedua buah dadanya bergantian.. Nampaknya dia tak bisa menghindar dari rangsangan yang timbul dari kuluman dan isapanku pada kedua buah dadanya, sebab matanya muai memejam dan dia seakan menggigit bibirnya sendiri menahan rangsangan itu.. Nafsuku juga makin memuncak melihat ekspresi wajahnya yang mencoba menahan rangsangan yang timbul, dan akhirnya aku coba untuk menarik celana pendek longgar yang dia kenakan sedikit..
Dia menahan tanganku yang mencoba menarik turun celana pendeknya, tapi segera kutingkatkan serangan mulut dan lidahku pada buah dada yang membuncah itu. Dari susunya yang kanan, aku berpindah lagi kekiri dan terus tidak berhenti, sambil kembali aku berusaha menarik turun celana pendeknya.. Akhirnya dengan masih tetap menindihnya aku berhasil menarik turun celana pendek sekaligus celana dalamnya hingga ke pergelangan kakinya, dan akhirnya lepaslah celana itu dari tubuhnya.. Yeessss….. terpampanglah tubuh bugil pembantu baruku tetap dibawah tindihanku, dan masih juga mulut dan tangan ku bergantian menghajar kedua buah dadanya tanpa henti..
Kuhentikan sebentar kegiatanku dengan masih dalam posisi dimana aku duduk diantara bentangan pahanya yang sudah telanjang, dan mulai aku melepaskan kaus dan celana pendek dan celana dalam hingga akhirnya aku dalam keadaan telanjang bulat.. Siti nampak kaget dan agak ketakutan melihat kelakuanku, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa karena aku masih tetap mengunci posisinya dibawahku.. Aku mulai lagi mengulum susu Siti bergantian kiri kanan, sambil menindihnya aku mulai menempatkan kontolku tepat diatas vaginanya..
Sambil meningkatkan seranganku pada susunya, kontolku yang sudah mengeras dengan sempurna kutekankan pada mulut vaginanya.. “Paakkk….jangaaann paaakkk….” keluh Siti agak lirihhh.. Nafsuku yang sudah diubun-ubun membuatku gelap mata dan tak menghiraukan desah lirihnya.. Kupegang kontolku dengan tangan kananku, dan mulai kutekankan kemulut vaginanya pelan-pelan.. “Aaahhhh …..sakiiiittt paaakkkkk..” jerit Siti lirih dengan berusaha menggeser pinggangnya kekiri menghindari tekanan kontolku dimulut vaginanya..
“Udah Ti jangan gerak-gerak lagi…” bujukku pelan, sambil kembali menempatkan kontolku pada posisi yang tepat dimulut vaginanya dan kebali kutekan hingga masuk kepalanya saja.. “Addduuuhhh paakk… sakkiiitt paakk..” Kembali Siti hendak menggeser pinggangnya, dan segera aku menahannya sambil sedikit membentaknya dengan galak “Diaamm aja kamu Ti…” Dengan ketakutan akhirnya dia menghentikan usahanya untuk menggeser pinggangnya, dan dengan nikmatnya kembali aku menekankan kepala kontolku kedalam mulut vaginanya.. Yeeessss…. mulai masuk setengahnya, rasanya luar biasa enaakkk..
Kulihat dia memejamkan kedua matanya dan gigi atasnya menggigit bibir bawahnya menahan sakit dan nikmat ketika kontolku yang berdiameter 5 cm dan panjang 16cm mulai menyeruak makin kedalam… Akhirnya dengan sentakan yang agak kuat akhirnya kontolku masuk sepenuhnya kedalam vagina Siti… Ahhhh.. Benar-benar nikmattt cengkraman vagina Siti, dia mengejan menahan rasa sakit ketika seluruh batang kontolku masuk menghunjam kedalam vaginanya… Rasa-rasanya seperti dipijat dan disedot-sedot.. Akhirnya pelan-pelan aku mulai menggerakan kontolku mundur separo, berhenti sedetik dan mulai maju lagi hingga habis tenggelam dalam cengkeraman nikmat vagina Siti..
Kutingkatkan pelan-pelan kecepatan gerakan maju-mundurku, dan nampaknya Siti mulai merasakan nikmat yang luar biasa ketika batang kontolku menggesek bagian dalam vaginanya.. Rasa sakit ketika kontolku yang besar habis tenggelam dalam vaginanya, mulai tergaintikan dengan rasa nikmat tadi… Mulai kupacu keras dan cepat hunjaman batang kontolku kedalam vaginanya..”Adduhh… ppaaakkk…” desahnya lirih yang makin meningkatkan nafsuku, sehingga sambil tetap mengayunkan batangku kembali kedua susunya menjadi bulan-bulanan mulut dan tanganku.. “Aaahhhh ….. ini bener-bener enak Ti…” kataku…
Setelah lebih 15 menit aku mengayun dengan kecepatan yang bervariasi, akhirnya kuhentikan ayunanku dan kulepaskan kontolku dari cengkeraman vaginanya yang luar biasa peret… “Ayo kamu telungkup dan agak nungging Tii..” perintahku agak galak, sambil membantunya telungkup dan menarik agak keatas pantatnya yang sekal, indah, dan membulat itu.. Kuposisikan kembali kontolku yang masih keras kearah mulut vaginanya, dan “…bblleesss…” suara itu mengiringi amblesnya lagi batang kontolku kedalam vagina Siti.. Dan kembali rasa seperti disedot dan dicengkeram otot-otot vagina Siti yang kencang dan masih sempit itu melanda seluruh rangsang syarafku.. Mungkin dia kembali mengejan untuk menahan rasa sakit yang masih terasa dari sodokanku kedalam vaginanya…
Pelan kembali kuayun pinggangku kedepan dan kebelakang, sambil tanganku menahan dan meremas pantat Siti yang bulat, sekal, dan padat itu.. Pemandangan itu membuat nafsuku makin kuat, apalagi ketika melihat susunya terayun-ayun tegas mengikuti ayunan pinggangku ke pantat sekalnya, serta erangannya ketika aku menekan habis batang kontolku kedalam vaginanya.. “Aaahhhhh….aahhhhh…. paak sudaaahhh…. paakkk….”erangnya lirih… Justru erangannya menambah nafsuku untuk menghajar dengan cepat dan kuat pantat dan vaginanya, dan kembali kuremas-remas susunya dari arah belakang… Luaaarrrr…biaaassaa……… ..!!!!!!!!!!!
Setelah lebih dari dua puluh menit aku menghajar pantat dan vaginanya dari belakang, sambil meremas-remas susunya yang indah, aku lepaskan lagi batang kontolku dari cengkeraman vaginanya yang masih erat dan kuat pelan-pelan.. AAHhhhh.. benar-benar nikmat.. Kembali kubalikan tubuh Siti telentang dan kuangkat kakinya sedikit keatas, kembali kudekatkan batang kontolku yang masih keras kemulut vaginanya… Siti sudah benar-benar pasrah dan membiarkan aku mengatur seluruh posisinya dalam persetubuhan ini, walau masih terdengar kembali erangan lirihnya memintaku menyudahi permainan nikmat ini.. “Paakk….suudaaahh ..paakkk..”
Kuacuhkan permintaannya, dan kembali kuhantamkan batang kontolku kedalam vagina peret dan seret itu.. Ayunanku semakin cepat dan kadang bervariasi dengan ayunan pelan, tiada henti dengan diiringi erangan dan desahannya bercampur dengan suara indah beradunya pangkal kontolku menghantam pangkal pahanya “..plookkkhh…ploookkkhhh…” Pemandangan ayunan tegas kedua susu Siti, seirama dengan ayunan pinggangku, membuat nafsuku memuncak cepat..
Apalagi cengkeraman otot vagina dan raut wajahnya yang mengejan menahan rasa sakit dan rangsangan yang timbul, membuatku tak dapat menahan lagi untuk meremasi dan mengulumi kembali kedua susunya.. Kadang kugigit kecil karena tak mampu menahan rasa nikmat dan gemasku atas kekenyalan susunya.. Akhirnya setelah lebih dari 20 menit dalam posisi MOT, rangsangan itu memuncak dan kepala kontolku terasa luuaar biiaasssaa nikmat..
Gerakan ayunanku semakin cepat dan akhirnya aku tak dapat menahan lebih lama lagii, persis ketika air maniku sampai diujung mulut kontolku, segera kutarik keluar dan kumuntahkan air maniku diatas perut, dada busung, dan sebagian wajahnya..”croott..crooot…cr oottttt…crrrooottt thhh ….” ”Aaahhhh….. niikmmaaaaaaatttttt……”eran gku tak dapat menahan rasa luar biasa yang timbul ketika air maniku keluar deras menyemprot perut, dada, dan wajahnya… Setelah habis air maniku keluar, aku rebahkan diriku disamping tubuh Siti yang lemah tergolek telentang setelah kugarap hampir satu jam penuh..
Dia segera menarik selimut yang tergeletak disampingnya, dan menutupi tubuh telanjangnya dengan selimut itu.. Sepintas sempat kulihat dia menitikkan air mata, dan suara tangis yang ditahannya beradu dengan napasnya yang tersengal.. “Udah Ti, gak usah nangis segala..” kataku, seraya mengenakan celana dalam dan pakaianku.. Dia berusaha menahan tangisnya, dan segera kutinggalkan kamar anakku kembali ke kamar kerja untuk mematikan komputer dan masuk kekamar tidurku..
Kulihat istri dan anakku masih tertidur dengan nyenyaknya, kala kulihat jam telah menunjukkan pukul 1.. Kurebahkan diriku disamping anakku, dan kucoba untuk tidur.. Tapi kenikmatan yang baru saja kurasakan masih membayang jelas dalam pikiranku, dan menghalangiku untuk segera tidur.. Kapan-kapan aku harus mengulanginya lagi, pikirku..


Selasa, 30 Oktober 2018

Cerita Sex: Bermesraan Dengan Cewek SMP


Bandar Judi: Cerita ini adalah pengalaman pribadi dan bukan fiksi. Pengalaman ini sangat membekas di ingatanku karena termasuk pengalaman sex ternikmat yang pernah aku alami. Saya adalah seorang karyawan perusahaan swasta yang bergerak di bidang pemasok alat-alat berat untuk pertambangan.

Jadi saya sering keluar kota untuk menangani proyek2 dari perusahaan tempat saya bekerja. Dan kebetulan saya dapat proyek ke satu daerah di provinsi Sumsel tepatnya di kota Muara Enim. Ada proyek dengan perusahaan tambang di daerah tersebut.

Untuk tempat tinggal perusahaan menyediakan rumah kantor atau rumah dinas yang berada di dekat daerah pasar kota Muara Enim. Untuk kendaraan biasanya dijemput oleh Pak Surya salah satu driver perusahaan pertambangan di sana.

Saya benar-benar buta dengan daerah tersebut. Jadi kalau weekend biasanya saya isi dengan kegiatan main game di laptop atau mengecek lagi file-file kerjaan. Pernah sesekali diajak oleh Pak Surya jalan-jalan berkeliling kota Muara Enim. Tidak banyak yang bisa dilihat di kota kecil ini. Gak ada mall, gak ada bioskop, dan tempat hiburan seperti di Jakarta, untuk object rekreasinya pula jauh dari kota. Membosankan dan membuatku rada tertekan.

Suatu ketika pimpinan meminta saya untuk mengirimkan data ke alamat emailnya. Yang jadi masalahnya modem portable untuk browsing internet tidak berlaku di tempat ini, sinyalnya belum bisa mengupload data, bahkan untuk membuka website google aja bisa sampe 15 menit. Terpaksa saya harus mencari warnet.

Dan saya coba tanyakan ke tetangga sebelah, Rumah Pak Agus. Awalnya saya memang diberitahu Pak Surya kalau ada apa-apa atau butuh sesuatu yang mendesak bisa minta tolong dengan Pak Agus. Saya langsung bergegas ke rumah Pak Agus dan tidak lupa membawa flashdisk yang berisi file yang harus saya kirim secepatnya.

Saya ketuk pintu rumah Pak Agus dan menekan bel rumahnya, tak lama kemudian pintu dibuka. Terlihat seorang ABG manis ketika pintu tersebut terbuka.

"Iya, mau cari siapa Kak?" tanya abg tersebut.

Saya tertegun ketika melihat abg manis muncul dari balik pintu Rumah Pak Agus. Pasti ini Sarah anak Pak Agus yang paling kecil. Karena kedua kakaknya semua sudah menikah. Pak Surya pernah bercerita sedikit tentang keluarga Pak Agus dan saya sudah beberapa kali ketemu dengan beliau.

Namanya sarah, masih smp kelas delapan. Tingginya lumayan untuk anak smp 158cm. Parasnya cantik dan manis dengan lekuk tubuh yang sangat indah untuk seukuran anak smp. Kulitnya putih dan amat mulus tanpa cacat.

Agak lama tertegun akhirnya saya menjawab.

"Sarah ya? Anak Pak Agus? Bapaknya ada dik?"

"Bapak lagi pergi kak sama Ibu, ke tempat hajatan temen Ibu."

"Yaaaah, lagi pergi ya? Emmmm, kakak mau tanya nih..., di sekitar sini ada warnet gak ya?"

"Warnet? Tempat untuk internetan ya Kak? Di sini sih belum ada..."

Dalam hati saya ngedumel dan sumpah serapah. Ya ampun, benar- benar kota terpencil. Warnet aja gak ada.

"Aduh..., serius nih?" jawab saya getir.

"Iya kak..., di sini belum ada warnet..."

Mendengar jawaban sarah saya jadi agak bingung. Saya sempat berfikir mau menghubungi Pak Surya untuk menjemput saya ke kantor. Karena di kantor jaringan internetnya lumayan lancar. Karena jarak rumah dinas dan kantor lumayan rada jauh juga. Tapi belum sempat saya cek kontak Pak Surya di hp. Sarah bertanya ke saya.

"emmmm..., nama kakak kak Putra ya?"

"eh..., iya..., nama saya Putra. Kok Sarah tau...?"

" Ya jelas tau donk kak..., tau dari Ibu Sarah, dan Sarah juga sering liat kakak dijemput oleh Om Surya."

"Haaahahaha..., Sarah sering merhatiin dan liatin Kakak ya?"

"Iya lah..., kakak aja yang jarang keliatan, anteng aja di dalem rumah, paling keliatan pas pagi kalo di jemput Om Surya".

"Hahaha..., habis gak ada temen sih. Pak Surya juga sibuk, jadi bingung mau jalan kemana."

"O iya Kak, kakak cari warnet buat apa?"

"Ada data yang harus kakak kirim secepatnya ke bos kakak..."

"Data penting ya? Kalo gitu pake aja komputer Sarah..., bisa buat internet kok..."

Mendengar jawaban Sarah saya rasanya tertolong. Dan tanpa pikir panjang saya mohon bantuan ke sarah.

"Serius Sar? Bisa internetan? Jadi kakak boleh pake komputernya ya?"

"Bisa dong Kak..., gini-gini sarah juga up to date, sarah minta pasang internet dengan Bapak."

"Wah syukurlah kalo begitu..., makasih Sar sebelumnya..., coba bilang daritadi hehehehehe..."

Akhirnya saya tertolong oleh Sarah. Saya dipersilahkan masuk ke ruang keluarganya karena komputer berada di ruang tersebut. Rumah Pak Agus lumayan besar dan bagus. Pada saat itu Sarah lagi ditemani oleh Bibi pembantunya yang sedang asyik nonton TV.

Ternyata Sarah lumayan paham soal dunia maya. Dia juga sudah mengenal email, friendster, blogger, serta facebook yang pada saat itu lagi booming di Jakarta. Yang pasti karena momen itu saya lebih akrab dengan keluarga Pak Agus juga Sarah. Sarah juga tidak segan-segan lagi padaku. Hubungan kami sudah seperti kakak adik.

Saya jadi lebih sering berkunjung ke rumah Pak Agus saat pulang kerja. Sarah juga sering mampir ke rumah dinas saya buat sekedar curhat pasal sekolah atau berbagi pengalaman saya pasal kehidupan di Jakarta. Sarah ingin sekali berkunjung ke Dufan.

Tapi belum sempat karena kalau liburan Pak Agus selalu pulang ke kota Palembang. Saya juga sering jalan-jalan bermotor berdua dengan Sarah, maklum anak smp di kota ini sudah diperbolehkan naik Motor.

Hingga suatu hari, kebetulan saya pulang kerja agak cepat dari biasanya. Terlihat Pak Agus dan Istrinya mendekati saya. Mereka berencana mau pergi ke kota Palembang karena anak pertamanya mengalami kecelakaan. Mereka minta tolong ke saya untuk jagain Sarah.

Walaupun ada pembantu tapi mereka masih khawatir karena tidak ada anak laki-laki di situ. Saya sudah dianggap seperti anak sendiri jadi mereka sangat percaya pada saya. Tentu saja saya menyanggupinya. Malamnya sekitar pukul 7 saya langsung ke rumah Pak Agus. Pembantunya terlihat asik nonton tv di ruang keluarga. Sarah terlihat lagi serius di depan komputer.

"Dooor!! Serius amat Sar!!!"

"aaaaaa..., Kak Putra iseng deh!! Kaget tau..."

"Hahahahaha..., siapa suruh maen FS(Friendster) sampe segitunya..."


"suka suka dong!!! Weeeeee"

Akhirnya saya dan Sarah asyik browsing internet. Dan tanpa sengaja Sarah ter klik iklan untuk orang dewasa. Terpampanglah gambar wanita dan pria yang sedang bersenggama. Sentak saya terkejut dan salah tingkah. Takut dikira ngajarin hal-hal yang gak benar ke sarah oleh pembantunya. Beruntung pembantunya gak liat. Sarah pun tertawa kecil.


"Sarah kok malah ketawa sih..."

"Habis Kakak lucu deh..., seperti ketangkep basah pas maling celana dalem"

"weeeew..., nih anak kecil pikirannya yaaaa"

Setelah 2 jam browsing internet pembantu Sarah pamit ke saya mau istirahat. Saya juga tau kebiasaan sarah yang tidurnya jam 12an. Dan kami tetap asyik browsing internet berdua dengan sarah. Tak lama kemudian sarah bertanya.

"Kak, kakak pernah cium cewek belum?"

Terkejut dengan pertanyaan sarah, aku coba jawab enteng.

"Loh..., kok nanya gituan sih?"

"emmm..., temen sarah di sekolah sering banget cerita dengan bangga kalo mereka udah pernah dicium oleh cowok mereka."

Mendengar kata kata sarah entah kenapa naluri iblis mulai merasuk perlahan di tubuh saya. Yang semula gak mikir macem-macem jadi berfikiran kotor dan mulai menerawang kemana mana. Fantasi liar mulai tergambar jelas di otak saya. Saya pun mulai sadar kalau dari kemarin saya ditemani oleh bidadari mungil yang sangat menggoda. Iblis mulai berkuasa.

"Emangnya Sarah belum dicium cowok Sarah?" jawabku enteng.

"Sarah gak ada cowok Kak..."

"aaah..., bo'ong banget!!! Cewek model Sarah gak punya cowok... Sarah tuh manis loh.. cantik pula.."

"Eh..., bener nih Sarah manis? Emang Kak Putra suka ama Sarah?"

Mendengar pertanyaan tersebut saya benar-benar tak sadarkan diri. Nafsu pun tidak terbendung lagi. Tapi saya mencoba untuk tenang.

"Yah jelas dong..., Sarah cantik dan ngegemesin..." jawabku agak bercanda.

"Kak Putra..., Sarah suka sama Kakak, Sarah serius loh." jawab Sarah dengan wajah serius.

Sayapun reflek mencium bibir mungil Sarah. Saya lakukan sehalus mungkin. Saya lumat bibir Sarah perlahan dengan sangat sangat halus. Sekitar 15 detik saya lepaskan ciuman saya ke bibir sarah. Sarah terdiam seperti patung.

"Maaf..., Kakak lancang Sarah..."

Sarah dengan cepat memeluk saya dengan erat sekali. Dan bertanya.

"Kak Putra beneran sayang dengan Sarah?"

Saya pun mencoba melepaskan diri dari pelukan sarah perlahan dan melihat ke arah matanya yang berbinar. Dan saya jawab.

"Kak Putra sayang dan cinta dengan Sarah"

Sarah berdiri dan memeluk leher saya. Menatap saya dengan dalam. Dan tanpa sadar Sarah mencium bibirku. Terasa sekali kalau ini adalah pertama kalinya bagi Sarah berciuman. Cara berciuman Sarah masih kaku.

Mendapat respon seperti ini oleh Sarah. Kesempatan pun tidak saya sia - sia kan. Umur saya waktu itu 23 tahun. Wajah saya pun masih terbilang masih mirip anak SMA daripada orang yang sudah kerja. Jadi saya pikir wajar kalau anak seumur Sarah jatuh hati dengan saya. Setelah 5 menit saya dan Sarah berciuman. Sarah pun melepaskan ciumannya dengan nafas yang terengah-engah. Saya pun tersenyum...

"Sarah belajar ciuman darimana hayooo?"

"Aaaaah..., Kak Putra..., Sarah sering liat di internet sama tv."

"Hihihihi..., tapi ciuman sarah masih belum teratur"

"Kak Putraaaa..., malu ah..." jawab sarah merona.

"Hahahhah..., Kakak paham kok..., ini yang pertama kali ya?"

Sarah hanya mengangguk dan tersipu malu. Malam itu Sarah benar benar membuatku bernafsu. Walau Sarah mengenakan Baju tidur tertutup. Namun otak ini mulai berfantasi liar dan tak terbendung membayangkan isi dalam pakaian Sarah malam itu. Modus pun dijalankan.

"Sarah mau gak kalo kita ciuman lagi yang mesra. Dijamin selain mesra dan romantis Sarah bakal ngerasain hal yang enak banget."

Sarah senyum - senyum malu dan menjawab.

"Boleh Kak..., Sarah penasaran deh apa sih rasanya ngelakuin kayak gitu setelah orang pacaran ciuman."

Mendengar hal tersebut dari mulut Sarah. Saya yakin apa yang dilihat sarah lebih dari sekedar ciuman. Inilah zaman modern, anak kecil juga akhirnya tau sebelum waktunya gara2 media elektronik yang terkesan terlalu bebas dan tanpa pengawasan dari orang tua. Tapi hal ini justru mempermudah akal bulus saya berjalan lancar di malam tersebut.

"Sarah yakin mau coba...?"

Sarah hanya menganggukan kepala dan masih tersipu.

"ok, tapi janji ini rahasia kita berdua..."

"Sarah janji Kak."

"Kita lanjutin di Kamar Sarah gimana? Soalnya gawat kalo ketahuan Bibi pembantu Sarah..."

" Boleh Kak..., kita ke kamar Kakak sarah aja di lantai 2 sebelah kamar Sarah. Bibi juga kalo tidur udah kayak mayat."

Tanpa Ba Bi Bu saya dan Sarah langsung ke lantai 2 tempat kamar kakaknya. Sarah mengambil kunci kamar kakaknya di kotak penyimpanan kunci. Dan lumayan, kamar kakaknya masih tertata rapih dan bersih. Kalo di rumah saya kamar kakak saya udah jadi gudang.

Setelah memastikan keadaan aman. Saya dan sarah mulai melanjutkan pelajaran terlarang tersebut.

Saya dan sarah duduk berhadapan di ranjang. Saya tatap mata Sarah lekat-lekat dengan penuh arti. Sarah pun membalas tatapan tersebut. Kitapun tersenyum kecil bersama. Saya mulai membelai rambut sarah dari bagian poni turun ke arah telinga kiri Sarah. Saya turunkan dan merangkul leher Sarah dengan tangan kanan saya untuk mendekatkan wajah Sarah ke arah saya.
Kamipun berciuman dengan lembut. Saya ajarkan ciuman ke Sarah perlahan demi perlahan. Naluri sarah dengan baik menerima respon yang kita lakukan bersama. Bibir kami berpagutan lembut dan sarah mulai terbiasa dengan hal tersebut. Nafas Sarah mulai terengah-engah desela ciuman yang berlangsung.

Saya mulai gigit perlahan bibir bagian atas Sarah. Dan sarah pun mendesah lembut.

"ah..."

Saya mulai memainkan lidah saya di dalam mulut Sarah..., dan lidah sarahpun mengikuti tempo permainan lidahnya dengan baik. Saya tingkatkan lagi tempo ciuman kami dengan nafas yang tersengal-sengal. Kondisi mulai memanas..., saya dan sarah terus berpagutan tanpa henti. Selang sekitar 20menit berciuman..., Sarah melepaskan bibirnya dengan wajah yang bernafsu dan memerah padam. Sarah tersenyum manis sekali.

Saya mulai mencium bibirnya lagi. Dan kali ini saya tambahkan belaian halus ke bagian leher belakang sarah...,lalu ke arah telinganya..., sarah pun reflek menaiki kakiku. Posisiku duduk bersila dan sarah berada tepat diatasku. Sarah memeluk leherku dengan tetap melumat bibirku dengan nafsu.

Saya mulai berkonsentrasi perlahan memasukkan lengan kanan ke baju tidur sarah. Saya usap perut sarah perlahan. Lalu saya coba raba buah dada Sarah. Saya terkejut, ternyata buah dada sarah lumayan berisi. Saya semakin penasaran untuk melihat tubuh sarah tanpa sehelai benang pun. Namun saya harus tetap mempertahankan tempo permainan agar Sarah merasa nyaman.


Masih berciuman dan meraba payudara Sarah. Tangan saya keluar perlahan dari baju tidur sarah. Saya mulai melepas kancing baju. Sarah dari atas sampai ke bawah. Perlahan namun pasti hingga berhasil kutanggalkan baju tidurnya. Saya lepaskan ciuman bibir Sarah dan mulai menciumi leher Sarah. Saya jilat perlahan leher Sarah dan saya berikan kecupan demi kecupan kecil.
Saya ubah posisinya dari duduk diatas pangkuan dengan merebahkan Sarah ke posisi tidur. Sarahpun benar benar pasrah dan menikmati permainan ini.

Saya lihat dengan jelas keindahan tubuh anak ini. Saya mulai dengan ciuman kecil di bagian perut Sarah saya jilati bagian pusar Sarah dan bergerak kearah payudaranya.
Sembari mendaratkan ciuman halus saya perlahan melepaskan BH sarah dengan lembut. Dan terpampanglah bukit kembar Sarah yang ranum dan sangat indah. Putingnya masih merah muda merona belum terjamah. Secepat kilat saya remas perlahan bagian kiri dan kanannya bersamaan.

"sssssssshh.....haaah..., ssshhhh ah"

Sarah mulai mencoba menahan desahannya. Bibirku mulai mengarah ke payudara Sarah. Kumulai dengan jilatan jilatan di bagian sekitar puting. Sarah mulai menggelinjang tak karuan dan tetap mencoba menhan desahannya.

Saya mulai sedotan ringan dan menjilati puting Sarah bergantian secara lembut.

"sssssssh....ah...,aw...aa aah. ..., sssssshhhh"

Mendengar desahan Sarah..., tempo permainan agak saya percepat...
Saya kecup lagi bibir sarah..., sembari tetap meremas payudara sarah bergantian.
Perlahan saya turunkan belaian jemari ke arah CD nya Sarah. Saya usap celananya perlahan....

"aaaaaaaaaaargh...., sssssssshhh...mhhhhmmmmhhh!!!"

Desah sarah di sela pagutan bibir kami. Jemari sayapun mulai menyusup masuk ke dalam CD Sarah yang telah basah. Wah, sudH mulai basah nih ABG. Pikir saya dalam hati. Dan saya terkejut. Saat saya mengusap bagian vagina Sarah ternyata masih licin belum ada bulu. Saya mulai penasaran dengan bentuk vagina Sarah.

Ciumanku pun saya turunkan dari bibir ke leher lalu ke payudara Sarah..., dan langsung ke arah perutnya. Selam saya memainkan lidah di perut Sarah perlhan saya tarik celana dan CD Sarah bersamaan. Dan saya lihat tubuh Abg ini tanpa sehelai benang.
Saya menelan ludah. Betapa beruntungnya aku mendapatkan Sarah.

Payudara yg indah dan vagina yang merona tanpa bulu. Tubuh sarah yang mulus, putih bersih terpampang jelas dimata saya. Lama sya perhatikan tubuh sarah. Kinikmati pemandangan indah itu setiap lekuknya.

"Sarah..., bodi sarah tuh sexy banget..." kalimat spontan yang terucap.

Sarah pun yang daritadi terpejam kenikmatan membuka mata dan mengatur nafasnya. Wajahnya menunjukan ekspresi penasaran yang luar biasa dari permainan ini. Sarah mulai menarik tubuhku untuk menidurinya. Sarah mulai ganas melumat bibirku.

Saya pun mulai memberikan perlawanan agresif. Saya lumat setiap jengkal tubuh sarah. Saya kecup bagian bagian intimnya. Dari payudara hingga vaginanya yang masih mulus. Saya jilati klitorisnya dan saya hisap2 vaginanya. Saya masukkan lidah saya ke vaginnya yang sangat basah. Siap dimasuki rudal kepunyaan saya.

Sssssssshhhhh....ah...ah ah ah....aw....sshhhhh...mmmmmmmm hhhhh....

Sarah terus mendesah tak karuan oleh permainan lidahku. Serangan demi serangan terus saya lancarkan dan akhirnya...

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaah....hah.. .hah...ah...

Sarah keluar! Saya pun kaget..., belum sempat permainan inti Sarah sudah keluar duluan. Nafasnya tersengal...., Sarah mengambil bantal dan menutup wajahnya demgan bantal tersebut.
Dibukanya kembali wajhnya. Penuh dengan ekspresi terpuaskan dan senyum kecil yang indah.

"Enak Gak Sar?"

Sarah masih terengah engah memulihkan nafasnya...

"Kak Putraaaa..., enak..., enak banget...."

Saya mulai beranjak dari vagina Sarah. Saya lepas semua pakaian saya yang belum sempat saya buka selama permaianan terlarang ini berlangsung.

Saat saya hendak melepas CD saya. Saya kaget..., tiba tiba sarah berinisiatif melepas CD saya. Sarah terbelalak melihat isi dalam CD saya. Penis saya berdiri dan keras luar biasa. Penis saya yang berukuran sedang dengan panjang 15cm dipandanginya dengan seksama.

Perlahan wajah Sarah mendekat dan mengecup penis saya..., sontak saja saya merasakan nikmat yang tak terkata.

"Sarah sering nonton film blue ya?"

"hihihihi" sarah tersenyum manja.

Sarah mulai memberanikan diri untuk memegang penis saya dan diusapnya perlahan. Dikocoknya perlahan dan mulai dia masukan ke mulutnya. Sensasi kenikmatan membuat saya terdiam dan menahan rasa geli dan juga nikmat secara bersama. Namun sayang Sarah masih belum berpengalaman untuk hal BlowJob.

Mulunya yang mungil hanya bisa merengkuh 5cm penisku.
Giginya masih sering terasa menggores kepala serta batang penisku. Nikmat dan sakit sakit ngilu.
Saya lepaskan kuluman Sarah. Karena saya tidak sabar untuk melnjutkan ke ronde exekusi.

Saya baringkan Sarah perlahan. Saya lumat bibirnya perlahan. Saya belai payudaranya. Saya buat rasa yang amat nyaman terhadap dirinya.

"ssssshmmmmmmmhhhh..mmhhhh ahhh h"

Sarah mulai bergirah memuncak lagi..., tubuhnya mulai menggelinjang diikuti suara desahan yg di tahannya...

Dalam posisi saya meniduri Sarah. Saya usapkan penis saya ke vagina Sarah. Saya biasakan bibir vagina Sarah menerima penis saya. Masih saya lumat bibir sarah yang ranum tangan kiri memainkan puting payudara sarah. Dan tangan kanan mencoba membiasakan penis di vagina Sarah. Setelah terasa amat basah.

Saya ubah posisi dengan posisi misionaris. Saya buka paha sarah lebar lebar. Saya pandangi Sarah yang pasrah sepenuhnya. Saya agak pesimis dengan ukuran penis saya. Apakah bisa masuk di vagina Sarah yang mungil ini. Saya mulai tempelkan kepala penis saya di bibir vagina Sarah. Saya usap usapkan perlhan dan menekannya lembut.

"Tahan sedikit ya Sar..., nanti lebih enak dari yang tadi..., tapi coba untuk tahan...

Sarah mungkin belum mengerti maksud saya tadi. Dengan menekan berat tubuh ke tangan kiri dan kedua kaki saya. Tangan kanan terus mencoba mengusap penis ke vagina sarah. Perlahan saya berikan tekanan sedkit demi sedikit.

"aw....ssssshhhhhh...

Sarah menjerit kecil.

Kepala penis saya sudah mulai tak terlihat. Saya berikan tekanan lagi secara perlahan dan sangat hati2.

Saya tidak mau permainan inti menjadi rusak karena mood Sarah berubah karena rasa sakit. Saya lumat perlahan lagi bibir sarah..., dan saya coba berikan tekanan lagi.
Setelah mencoba kurang dari 10 menit dan dengan susah payah akhirnya penis saya menghujam vagina sarah 90%. Saya pandangi wajah Sarah yang menahan rasa sakit namun tetap mencoba rilex.

Saya peluk tubuh sarah. Saya mulai memberikan kecupan lembut di bibirnya, leher, serta payudaranya. Kubiarkan Sarah membiasakan penisku yang sudah masuk ke liang vaginanya. Penisku terasa dicengkram kuat sekali oleh vagina Sarah. Tubuh Sarah tegang belum terbiasa menahan rasa perih dari penis saya.
Wajah Sarah yang cantik itu masih terlihat meringis kesakitan.
Saya mulai berikan stimulasi ke tubuh sarah. Dan setelah beberapa menit kemudian. Kurasakan Vagina sarah mulai menerima penisku. Perlahan kutarik keluar dan perlahan kumasukkan kembali.

"sssssssssssssh.....ah.... .aaa aaaah....."

Lenguhan panjang sarah mulai menandakan kenikmatan permainan ini menjalar di tubuhnya. Namun tempo permainan masih tetap kujaga hingga kubenamkan penisku dalam dalam ke vagina Sarah. Saya tidak menyangka kalau penisku bisa masuk seluruhnya. Dan yang membuat saya agak down pada saat darah keperawanan Sarah mulai keluar dari sela penisku. Dengan bergerak perlahan saya ambil baju saya untuk dijadikan alas agar darah keperawanan Sarah tidak mengotori ranjang kakaknya.

Setelah beberapa lama dengan tempo yang halus. Saya merasakan Vagina Sarah mulai lancar, basah namun tetap mencengkram kuat. Saya percepat gerakan maju mundur pinggul saya. Kenikmatan yang tak terkata benar2 saya rasakan dimalam itu.
Wajah sarah mulai berubah..., yang semula meringis kesakitan. Kini berubah dengan wajah penuh kenikmatan.

Desahan Sarah mulai terdengar. Suara nafasnya menjadi berat. Namun sarah tetap menjaga suara desahannya terkontrol agar tidak terdengar sampai ke lantai bawah.


Mmmmmmmmmmmhhhh...., aaaaargghh...ahhhhh....mmmmmmm mmhhh...ssshhhhhhh....

Saya terus menambah kecepatan pinggul saya. Vagina Sarah terasa nikmat sekali. Penis saya mulai lancar sekali keluar masuk dari vagina Sarah. Dengan bunyi bunyian saat pangkal penis dan vagina kami saling beradu.
Tubuh sarah mulai terasa kejang.

Aaaaaaaaaah....., ssssshhhhhh...argh....awwww... ahhhhhhhshhhhhhjmmmmmmmmmmm... ...mmmmmhhh
kak Putraaaa.... Ahhhh.....Sarah gak tahan....ssssshhhhhhhhh....

Mendengar deshan Sarah saya tak perduli lagi dengan sekitar. Gerakan saya semakin meliar. Merengkuh setiap detik kenikmatan tubuh Sarah. Saya remas payudaranya agak keras. Saya percepat gerakan saya.
Desahan sarah meledak tak karuan.
Sarah memeluk saya dengan erat..., menggigit punggung kiri saya. Mendesah dan menikmati permainan ini.
Aaaaah.....shhhhhhhh.....
Mmmmmmmmh......sssssssshhhhhss hhhhhh...aw....ahhhrghhharghhh ....
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarr rrghhh.......

Lenguhan panjang Sarah tanda dia mencapai kenikmatan terdengar sangat indah..., diikuti vaginanya yang sangat kuat mencengkram penis saya...dan tubuhnya yang menggelinjang liar serta kedua pahanya kejang. Pupil mata Sarah membesar dan lenguhan nafas panjang diikuti senyuman kecil menghiasi wajah indahnya.

Kuhentikan sejenak permainan. Dengan penis yang masih ada di dalam vagina Sarah saya bisa rasakan vaginanya berdetak di penisku.

Saya belai rambutnya sarah. Saya kecup lagi bibirnya. Saya biarkan Sarah menikmati Orgasmenya yang kedua kalinya.
Sarah tak berkata-kata apa apa padaku. Wajahnya tersirat kebahagian yang am sangat. Bibirnya tersenyum tanpa henti melihat ke arahku.

Kucabut penisku dan kubersihkan darah keperwanan sarah. Saya lihat sarah tidak merasa bersLH sedkitpun atas apa yang terjadi.

Setelah beberapa saat kemudian, saya ubah posisi dengan Sarah membelakangiku. Saya berniat mencoba gaya doggy style ke Sarah. Saya hujamkan penis ini ke vaginanya dari belakang. Dan tidak seperti di awal tadi. Kali ini penis saya mudah masuk ke vagina Sarah.
Pertama kali mencoba gaya ini, GSpot Sarah tersentuh dengan sempurna.
Sarah mendesah hebat....

Aaaaaaaaaaaaarghhhhhhh.....
Sssssssssshhhaaaaah.....
Mmmmmmmmmmmmhhhhh...


Saya mulai genjot Sarah dari belakang dengan perlhan dan kemudian mempercepat gerakan. Sarah terkulai lemas tertelungkup menikmati gerakan saya.
Bokong sarah aku tampar halus.

Aaaaww...., Kak Putra nakaaal...

Kata sarah manja.

Jelas mendengar suaranya yang manja malah menambah nafsuku memuncak..., kubalik tubuh sarah dengan posisi terlentang. Dan ku goyang Sarah dwngan posisi misionaris. Darah mengalir cepat dan aku rasakan ada sesuatu yang akan meledak di penisku.
Kupercepat genjotanku ke tubuh sintal Sarah.
Dan untuk ketiga kalinya Sarah Orgasme.

Aaaaaaaaaaaaaaah......, sssssssssshhhhaaaaaaaaaaaaaaaa rrrrrrrggggggjhhhhttttt....aaa aahahhhh....
Aaaah.....

Ssssaaahhhhaaaaaaaaaah....

Dan saya tidak bis menahan lahar yang akan meledak dari penisku ini. Ku cabut penisku dan ku hujamkan ke arah mulut Sarah.
Dan seketika lahar saya pun meledak di rongga mulut sarah..., Sarah saya suruh menelan air mani saya.

Dan dengan nikmat dia menghisap serta menjilati air mani saya sampai habis.

"gurih Kak..., sarah Suka..."

Saya hanya tersenyum puas dan memandang sarah. Saya pun berbaring lemas di sebelah Sarah. Sarah memeluk saya swmbari tetap mengatur nafasnya.

"Sar, kita maen gini udah gak peduli lagi kalo bibi bangun dan dibrak ni kamar"

"Aduh kakak..., mau kakak jerit kenceng juga bibi gak bakal denger. Nih kamar kedap suara Kak." jawab sarah manja.

"serius Sar? Tapi kok daritadi Sarah kok nahan desah gitu...?"

"hehehee..., Sarah kan maluuuu"

"oalaaaaaaah....,sarah...s arah ..., mau lanjut lagi gak..."

"Boleh kak...., hayooooo!!!"

"Jiaaaah...., ketagihan yaaaaa? Nanti gimana kalo Bibi bangun...?"

"Santai aja Kakak..., Kita pindah ke kamar Sarah mainnya. Nanti kalo udah selesai kakak keluar dari jendela kamar Sarah ke kamar Kakak Sarah. Kan kamar ini bisa Sarah bilang kamar tamu aja sama Bibi. Kasihan kan kalo Kak Putra tidur di sofa. Jadi Kak Putra bobo di kamar Kakak Sarah. Tenang aja Kak. Belakang rumah Sarah kan pager tinggi jadi gak mungkin dilihat orang dari luar kalo kakak mencuri tubuhku. Wakakakak" Sarah menjelaskan.

"Dodol kamu Sar..., akal bulusnya mantab"

Saya san sarah pun pindah ke kamarnya. Tidak lupa kubuka sedkit jendela kamar kakaknya Sarah buat alibi kalo Saya tidur di kamarnya Kakak Sarah. Di kamar Sarah kami melanjutkan permainan kenikmatan tersebut dengan mencoba variasi gaya. Dan akhirnya kami tidak tidur sama sekali malam itu.
Besoknya Sarah bolos sekolah dan diam-diam ke rumah dinas saya. Pembantunya tidak bakal curiga karena biasanya Sarah sering mampir dulu ke rumah saya saat pulang sekolah.

Pagi itu kami benar-benar tidur. Karena semalaman bergadang ML. Siang hari setelah bangun. Kami berdua melakukannya lagi dan Sarah pamit pulang dengan berpura-pura habis pulang sekolah dan mampir ke rumah saya sebentar.

Hubungan ini terus berlangsung selama 3 bulan. Dan hubungan saya mulai renggang semenjak saya pindah tugas ke kota Jambi.

Sekarang Sarah sudah bersekolah di SMA kota Palembang. Dia sudah memiliki kekasih di sana. Waktu masih kelas 10 - 11 kita masih sering jadi TTM(teman tapi mesum). Walau kami memiliki kekasih masing2. Namun kami berpendapat sama kalau Sarahlah yang bisa memuaskan saya dalam hal sex. Begitupun Sarah walau sudah pernah ML dengan kekasihnya tapi dia tidak pernah terpuaskan selain dengan saya.


Cerita Sex: Ngentot Dengan Pembantu Ku Yang Bahenol


Bandar Judi: Aku sedang melamun sendiri dikamar, istri dan anakku sejak kemarin pulang ke kampungnya di Jawa. Aku sendiri malas keluar, walaupun hari ini kantor libur hari sabtu. Tiba-tiba saja kudengar pintu kamarku diketok oleh orang.

” Pak , permisi, Siti mau cuci kamar mandi bapak” terdengar suara pembantuku
” Yah Masuk aja ” jawabku
Siti pembantuku pun masuk sambil membawa ember kecil dan yang membuat saya kaget, dia hanya memakai handuk besar yang membungkus dadanya yang besar dan pantatnya yang bahenol.
” Waduh, pake handuk aja ti” kataku sambil menelan liur karena menyaksikan pemandangan yang membangkitkan adekku.

” Iya pak, biar ngak basah baju Siti ” jawabnya sambil tersenyum manis dan lirikan matanya yang genit menuju adekku yang hanya di bungkus celana dalam saja.
Kurang lebih 15 menit kudengar suara air yang disiram ke dinding kamar mandi
Wah berarti dia sudah selesai mencuci kamar mandi, akupun cepat-cepat mencopot
celana dalamku, dan langsung kutarik pintu geser kamar mandiku yang memang tidak pakai konci.


” Eh ,pak, ” Siti terkejut, ketika melihat aku masuk dalam keadaan bugil, dia segera jongkok dengan keadaan telanjang bulat, sambil menutupi susunya dan menghadap kedinding kamar mandi membelakangiku.

Tapi tetap aja terlihat pantatnya yang bahenol, terlihat mengkilap , hitam, karena sekujur tubuhnya basah kena air ketika mencuci kamar mandi.
Akupun langsung mendekati closet sambil mengacungkan adekku
” Iya Ti, bapak mau kencing nih , udah ngak tahan , kamu sih lama banget cucinya”
Aku sambil pura-pura, mau kencing, tapi boro-boro mau keluar airnya, namanya juga
adek lagi bediri , mana mau keluar kencingnya, mana mata sambil terus melihat kearah Siti yang telanjang bulat sambil jongkok.

” Udah Ti, ngak usah malu, ngak ada orang kok, cuma kita, Bapak aja ngak malu”
Kulihat dia mulai berani mengintip kearah adekku, dia kaget melihat adekku yang sengaja kuacung-acungkan.
” Ti, tolong minta air dong , untuk cuci ini adek bapak ” kataku, sambil menyodorkan adekku kuhadapannya.
Dengan takut- takut dan malu, tangan satunya mengambil shower dan tangan satunya tetap menutupi susunya.
” Ayo dong sekalian dicuciin” kataku

Diapun mulai berdiri, dan menyirami adekku dengan shower, sambil matanya terus melihat adekku yang sudah tegang, Adekku ukurannya panjangnya sih biasa saja sekitar 15 cm,tapi gemuk banget , sudah banyak wanita yang kaget dengan ukuran diameter dan bentuk kepalanya yang membesar seperti pukulan gong.
” Ayo jangan cuma di siram, ambil itu sabun sekalian disabunin dong ”
Kulihat dia agak kagok, tapi diambilnya juga sabun cair, dan dia mulai menyabuni adekku .
” Ahhhh,,, enak Ti, Cucinya yang bersih Ti ”
” Yah pak.” jawabnya sambil terus tertunduk dan menatap adekku.
Sekarang dia juga dalam keadaan telanjang bulat, tidakbisa lagi menutupi susunya , karena kedua tangannya sibuk menyabuni dan menyirami adekku.
Susunya kelihatan benar besar ,masih bulat sekali dan keras sekali dengan pentil yang masih kecil tapi kelihatan sudah berdiri. sedang memeknya kelihatan berupa garis, karena bulunya sudah tidak ada, mungkin dia sering mencukurnya, tapi terlihat jelas bekas bulu yang baru dicukur, makin membuatku nafsu.

Tangankupun mulai memegang susunya dan mengelusnya sambil berkata
” TI, Susu kamu bagus yah. masih montok banget”
” Pak Siti malu pak”
” Ahhhh… . pak……jangan pak….”
Tanganku memelintir pentilnya yang keras, dan tangan satunya sibuk memutar -mutar
susu yang satunya.
” Auwww pak……pakk….”
Dia mulai mendesah, dan pegangannya ke adekku bukan hanya mengelus lagi,tapi mulai meremas dengan kencang.


Mulutkupun mulai bergerilya menciumi susunya dan mulai lidahku mebelit-belit pentil susunya, pelan tanganku yang satunya turun meluncur kearah memeknya.


Jariku menemukan bibir memeknya yang udah licin, bibirnya tipis, aku, mulai mengorek-orek memeknya dan mencari-cari kelentitnya.

” Auuu pak…geli pakk….,Siti geli pak ”
Aku terus menjilati pentilnya dan tanganku, menemukan kelentitnya yang cukup besar, terasa sebesar biji kacang tanah, keras, licin dan enak sekali dimaenin dengan tangan.

” Pakkkkkk…Auuuuu…ZZZZZZ. pak Siti………..ngak tahan pak”
Tangannya sudah dengan kasar menggosok adekku dan sampai kebijinya diperas dengan keras, sampai aku agak terasa sakit.

” Pakkkk….ampun ….pak…Siti….enak.pakkk” desahnya, terus menerus.
” Pelan kuangkat sebelah kakinya , kusandarkan kakinya yang satu di atas bak mandi, lalu lulutku mulai turun kebawah mencari lubang memeknya.

Kujilati bibir memeknya, dan sambil lidahku masuk menjelajahi lubang memeknya yang terasa masih kecil sekali. Lalu lidahku mulai menjilati dan mengulum biji kelentitnya yang sebesar kacang tanah, dan terasa keras serta licin sekali karena air nikmatnya yang banyak keluar.

” Aduhhhhhhhhh………..pak…….Siti ngak tahan pakkkkkkkkkk”
” Auuuuuu……pakk Ampun pak………Siti enak banget pakkkkk, Memek Siti diapain pak……. Auuuuuuuuuu ”
” Memang belum pernah diginiin Ti”
” Belummmmpakkkk….enak ….banget pakkk.”
” Auuuuuuzzzzzzzzzzz…… enak pakkkkkkkkkkk”
” Yuk kita keranjang Ti .” sambil keseret kekamarku
Langsung kurebahkan dia diranjangku. langsung kuserbu susunya kujilati dan kugigit
gigit kecil pentilya,
” Pakkkkk……. enak pak…..UZZZzzzz….”

Lidahkupun mulai meluncur kebawah, mulai kujilati bibir memeknya, kutarik dengan bibirku , pelan kubuka memeknya yang hitam, sesuai dengan kulitnya yang hitam manis, bibir memeknya pun hitam dengan bekas bulu yang dicukur, makin membuat aku nafsu, pelan kubuka memeknya, terlihatlah dalam memeknya yang berwarna merah tua segar dengan keadaan basah sekali, sangat kontras dan menarik dengan warna bibir memeknya yang hitam,, kujilati dalam memenya, dan terlihat kelentitnya yang menonjol dengan menantang merah dan licin sekali, langsung kujilati dan kukulum biji kelentitnya.

” Pakkkkkkkkkkk…..aduh pak…..enak……ohhhhhhhhh..ohhhhhh”
Siti menggerakkan memeknya mendekati bibirku, terasa agak asin cairan yang keluar dari memenya, aku suka sekali melihat biji kelentitnya yang keras dan licin, terus kukulum, sehingga dia terus teriak dan mengangkat memeknya tinggi-tinggi

” Aduh pak…ampun pak…..Siti ngak tahan pak…Ngentotin Siti pak”
Akupun berputar dalam posisi 69, dia dengan segera menarik adekku dan langsung dengan rakus mengulum batangnya, lalu turun kebijinya, kedua bijiku disedotnya, bukan main rasanya.
” auuuuuuuu enak ti, terus ti……”

Aku terus menjilati dan menggigit biji kelentitnya, sambil menyedot cairanyang keluar,
tiba-tiba kepalaku dikepitnya dengan keras, dan terasa adekku disedot dan digigit dengan keras oleh Siti,
” Pakkkkkkk….Siti keluar pak…….Aya u……..uuuuu ”
Dijepitnya dengan keras kepalaku , lalu ia lemas dan kakinya mulai terbuka lagi.
” Aduh pak, enak banget pak, Siti belum pernah diginiin sampe keluar”
“Emang kamu udah sering Ti, ” selidikku

” Ngak pak , Siti baru pernah sekali dientot sama pacar dikampung, eh abis dientot dia takut Siti Hamil, jadi dia lari dari kampung.

Aku mulai menjilati lagi, memeknya yang semakin merah dalamnya, dan aku
menggigit kecil kelentitnya.
” Aduh..pak….kok..jadi enak lagi yah..”
” Siti rasanya mau enak lagi nih pak”
Setelah puas kujilati semua lubang dalam memeknya, aku pun berputar dan mulai menindih tubuhnya. Pelan kugesek kepala kontolku ke bibir memeknya,

” Auiuuuu,,,,,,pak,,,,,kok,,,enak lagi yah…..aduh pa kkkk”
Pelan kucoba memasukkan adekku kedalam memeknya , sulit sekali sebab lubangnya masih kecil sekali.
” Auu pak…pelan..pak…sakit….****** bapak gede banget…”
” emang ****** pacarmu kecil Ti”
” Kecil pak, punya bapak gede banget apalagi kepalanya segede tinju Siti”
” Bisa-bisa sobek memek Siti pak….”
Pelan kudorong adekku memasuki memeknya, terasa pedih karena sempit
” Auuuu pak,,,sakit pakk,,,,,pelan pelan pak”
Pelan-pelan kepala kontolku berhasil masuk sebatas kepalanya.
Dia sudah menjerit-jerit kesakitan dan keenakan.
” Aduh pakkk….sakir,,,,enak….sakit…pak tapi enak:”
“Gimana mau diterusin ngak Ti, katanya sakit”
” Terus pak biarin , mau jebol juga ngak apa yang penting enak”
katanya sambil memelukku dengan erat.
Dengan tiba-tiba kudorong semua kontolku kedalam memeknya.
” Auuuuuuuuuuuu. poakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk”

Kudiamkan kontolku masuk kedalam memeknya terasa mentok sampai rahimnya
Siti juga terdiam, matanya melotot, sambil menggigit bibir bawahnya,
Aku senang sekali melihat gadis yang melotot ketika kontolku mentok masuk kememeknya.
” Pakkkkkkk…..sakit,,,,tapi enak banget pak, ****** bapak gede banget, sampe penuh memek Siti.
pelan mulai kugenjot keluar masuk memeknya,
” Auusss…sekarang enak banget pakkkkk..au….pakkkk”
Matanya tetap melotot setiap kali kepala kontolku masuk mentok ke memeknya
” Au…..Auu…..Au….” setiap kali kugenjot memeknya Siti terus mengoce dan teriak
Aku senang sekali dengan cewe yang berisik ketika di entot.
Lalu kuputar kaki satunya sehingga keatas, lalu dengan posisi miring kutusuk lagi memeknya.
” Aduh……….pakkk…….auuuu”
Siti lebih menjerit dan melotot lagi, karena kontolku makin masuk kedalam mentok.
” Pak ….k Siti udah ngak tahan mau keluar”
” Sebentar Ti, Bapak juga……….aaaaaa”
Kupercepat genjotanku dengan cepat sekali
” Au–…au…auu……au…………………… pakkkkkkkkkkkk”
Siti mengejang dan terasa memeknya memijit dengan keras kontolku, seakan kontolku diperas. lalu akupun merasa sudah mau keluar, dengan hentakan terakhir
kutekan keras memeknya sambil menyemburkan maniku kememeknya.

” Auuuuuuuuuuuutiiiiiiiiiiii. bapak keluarrrrrrrrrrrrrrr”
” Siti juga pakkkkkkkkkkkkkAZZZZZZZZZZzzzzzzzzzzzzz”
Lalu saya pun terjatuh diatas badanya.lemas, tapi enak banget,
Memang memek hitam dan merah dalamya enak banget,legit dan empot ayam lagi…


Cerita Sex: Ngentot Dengan Janda Cantik Chinese


Bandar Judi: Perkenalkan namaku Ahmad , usiaku saat ini 27 tahun dan masih single. Aku adalah seorang staff di salah satu hotel berbintang didaerah kota “B”. Okey saat ini saya akan menceritakan tentang kisah sex ku yang terbilang sangat cepat, nikmat, dan instan.

langsung ke inti cerita saja. Kejadian ini berawal ketika aku sedang mencari tempat kos di kota “B”. Nampaknya untuk mencari kos di kota “B” itu sangatlah mudah didapat, tidak perlu sampai berhari-hari untuk mendapatkan kost.

Sampai pada akhirnya aku-pun mendapatkan tempat kost, dan aku mulai menempati kost-ku yang baru. Karena aku di kost itu anak baru, maka aku mulai berkenalan dengan penghuni kost lainnya, namun aku memulai dengan seorang wanita yang kamar kosnya tepat berada disampingku.

Sebut saja nama wanita itu Vina. Dia adalah wanita keturunan dengan nama chinese-nya Athing biasa dipanggil teman-temannya “Thing“, ketika berkenalan denganku, umur Athing sekitar 30. wajah nya oriental dan sangat manis di tambah buah dada nya yang montok sekali.

Perlu diketahui di usianya yang tergolong masih muda itu, Athing sudah menyandang status janda beranak satu. Singkat cerita perkenalanku dengan Athing berlanjut dan hari demi hari kami-pun semakin dekat saja. Sampai pada hari itu, ketika aku baru selesai mandi sore, ketika aku keluar kamar aku melihat Athing sedang duduk di kamarnya sembari menonton TV.


Seperti yang kukatakan tadi, karena kamar kami berdekatan, hal ini memudahkanku untuk mengetahui apa yang dilakukannya pada setiap harinya. Pada saat itu keadaanku masih mengenakan handuk, aku iseng dengan menggoda Athing. Dengan Expresi wajah yang terkejut, Athing malah balik menggodaku, dan aku-pun semakin berani untuk menggoda Athing.

Ketika itu dia pun mengejarku karena aku menggodanya tadi. Pada saat Athing mengejarku aku-pun berpura-pura untuk berusaha menghindar dan mencoba masuk ke kamarku. Tidak kusangka, sesampainya aku masuk kekamarku Athing-pun berani masuk sampai kamarku, dan dia tidak menghentikan niatnya untuk mengejarku.

“Ahmad… awas kamu yah… kalau sampai kena, aku perkosa kamu nanti biar tahu rasa…“, ucapnya sembari terus menangkapku.

“Perkosa ? coba aja kalau kamu berani… wekkk…“, ucapku menantang dengan penuh harapan bahwa dia akan benar-benar memperkosaku.

Saat itu aku berhenti berlari, dan aku mulai menatap kedua matanya, aku melihat mata Athing, saat itu nampak ada sebuah hasrat dan kerinduan yang selama ini terpendam karena dia sudah lama tidak dijamah oleh Pria. Tidak kusangka ternyata Athing saat itu menutup pintu kamarku. Tanpa banyak bicara, aku-pun tahu maksud Athing, lalu akupun meladeni Athing dengan penuh gairah.

Mulailah aku meraih tangan Athing, tanpa perlawanan dari nya, kemudian kami-pun saling berciuman. Benar-benar agresif dan liar wanita cantik ini. Belum lagi aku mampu berbuat lebih banyak, ternyata dia menyambar handuk yang ku kenakan. Setelah handukku terbuka, Athing-pun melihat Penisku yang sudah setengah berdiri itu. Tanpa basa-basi, dia menyambar Penisku serta meremas-remasnya.

“Ssshhh… Aghhh… nikmat sekali Thing… terus Thing… Aghhh…“, desahku.

Ternyata desahanku itu mengundang gairahnya untuk berbuat lebih jauh dan lebih liar lagi. Lalu tiba-tiba dia berjongkok, dan melumat Penisku begitu saja.

“Oughhh… Ssshhh… Aghhh…. Nikmmaat…“, desahku lagi.

Athing sangat mahir sekali melakukan itu, dia seperti tidak memberikan kesempatan kepadaku. Dengan semangat , dia terus mengulum dan mengocok Penisku. Aku terus dibuai dengan sejuta kenikmatan. Sambil terus mengocok, mulutnya terus melumat dan memaju-mundurkan kepalanya.

“Oughhh… aduhh…” desahanku terpecah pecah karena kemahirannya.

Belasan menit kemudian aku merasakan ada sesuatu yang mendesak hendak keluar dari Penisku.

“Oughhh… tahann… Ssshhh… Aghhh… aku mau kkeluaar… Thing… Aghhhh….”, rintihku menuju klimaks.

Karena memang kuluman Athing sangatlah mahir dan liar. dan sesuatu yang hendak keluar itu tidak dapat kutahan lagi.

“Crottt… Crottt… Crottt… Ouughhhh…”, tersemburlah spermaku ke dalam mulutnya.

Sambil terus mengocok dan mengulum kepala Penisku, Athing berusaha membersihkan segala mani yang masih tersisa. Aku merasakan nikmat yang luar biasa. Athing tersenyum. Lalu aku mencium bibirnya. Kami berciuman kembali. Lidahnya terus dimasukkan ke dalam mulutku. Aku sambut dengan mengulum dan menghisap lidahnya dengan gemas.

Perlahan-lahan Penisku sudah bangkit kembali. Kemudian, tanpa kuminta, Athing melepaskan seluruh pakaiannya termasuk BH dan CDnya. Mataku tak berkedip. Buah dadaanya yang montok berwarna putih mulus dengan puting yang kemerahan terasa menantang untuk kulumat. Kuremas-remas lembut payudaranya yang semakin bengkak.

“Oughhhh… Teruss Mad… Teruss…“, desahnya menjadi jadi.

Kuhisap-hisap pentilnya yang mengeras, sementara tangan kiriku menelusuri pangkal pahanya. Akhirnya aku berhasil meraih belahan yang berada di celah-celah pahanya. Tanganku mengesek-geseknya. Desahan kenikmatan semakin melenguh dari mulutnya. Kemudian ciumanku beralih ke perut dan terus ke bawah pusar. Aku membaringkan tubuhnya ke kasur.


Tanpa diperintah, kusibakkan pahanya. Aku melihat vaginanya berwarna merah muda dengan rumput-hitam yang tidak begitu tebal. Dengan penuh nafsu, aku menciumi Vaginanya dan kujilati seluruh bibir Vaginanya.

“Oughhh… teruss… Mad… Aduhh… Nikmat…”, ucap Athing menikmati jilatanku.

Aku terus mempermainkan klitorisnya yang lumayan besar. Seperti orang yang sedang mengecup bibir, bibirku merapat dibelahan vaginanya dan kumainkan lidahku yang terus berputar-putar di kelentitnya seperti cacing kepanasan.

“Mad… Oughhh… terus sayang… Ssshhh… Aghhh…“ semakin meracau akibat rangsangan ku di vaginanya.

Desah kenikmatan yang keluar dari mulutnya, semakin membuatku bersemangat. Kusibakkan bibir kemaluannya tanpa menghentikan lidah dan sedotanku.

“Sruppp…Sruppp…“, suara sedotanku pada Vaginanya.

Seiring dengan liarnya lidahku memainkan Klitorisnya, dia terus mendesah.

“Oughhh… Nikmat… Teruss… Teruss…”, teriakannya semakin merintih.

Tiba-tiba dia menekankan kepalaku ke Vaginanya, kuhisap kuat lubang Vaginanya. Ia mengangkat pinggul, cairan lendir yang keluar dari Vaginanya semakin banyak.

“Ughhh… Ssss… Aghhh… A… aa… aku… keluuaarr… sayang… oughhh…“,  ucapnya menuju klimaks.

“Serrr… Serrr… Serrr…“ tubuhnya menegang seraya mencengkeram seprei.

Ternyata Athing mengalami orgasme yang dahsyat. Sebagaimana yang dia lakukan kepadaku, aku juga tidak menghentikan hisapan serta jilatan lidahku dari Vaginanya. Aku menelan semua cairan yang keluar dari Vaginanya. Terasa sedikit asin tapi nikmat. Athing masih menikmati orgasmenya, dengan spontan, aku memasukkan Penisku ke dalam Vaginanya yang sudah sangat basah.

“Blesss…. Oughhh… yeahhh… nikmat sekali…“, ucapku.

Tanpa mengalami hambatan, Penisku terus menerjang ke dalam lembutnya vagina Athing.

“Oughhh… Athinggg… sayang… nikmat banget…“, ucapku.

Batang Penisku sepeti dipilin-pilin. Athing yang mulai bergairah kembali terus menggoyangkan pinggulnya.

“Oughhh… Mad… Terus… Sayang… Eumm… Aghhh…” racau athing.

"plaakk..plaakk..plaakk.." suara pangkal paha kami yang beradu cepat, ku raih dan remas dua buah payudara montoknya yang berayun ayun seirama sodokan penisku.

Penisku kuhujamkan lagi lebih dalam dan lebih dalam . Sekitar 15 menit aku mengagahi Athing dari atas. Lalu ia meminta gantian agar aku berada di bawah.

“Kamu di bawah ya, sayang…“, bisiknya penuh nafsu.

Ketika itu aku hanya pasrah, tanpa melepaskan Penisku dari Vaginanya, kami merubah posisi. Dengan semangat menggelora, Penisku terus digoyangnya. Athing dengan hentakan pinggulnya yang maju-mundur semakin menenggelamkan Penisku ke liang Vaginanya.

“Oughhh… Remas payudaraku… Sayangg… Terus sayang… Oughhh…“, erangan kenikmatan terus terdengar dari mulutnya.

“Oughhh… Athing… terus goyang.. sayang…“, teriakku memancing nafsunya. sambil terus kujilati puting payudara nya yang bergantung di hadapan wajahku.

Benar saja, kira-kira 5 menit kemudian goyang pinggulnya semakin dipercepat. Sembari pinggulnya bergoyang, tangannya menekan kuat ke arah dadaku. Aku mengimbanginya dengan menaikkan pinggulku agar Penisku menghujam lebih dalam.

“Mad… Ah…ah.. aku… Keluar sayang… Oughhh…“ erangnya sambil mendongak keatas.

Ternyata Athing telah mencapai orgasme yang kedua. Aku semakin mencoba menghujamkan kembali vaginanya lebih cepat. Karena sepertinya otot kemaluanku sudah dijalari rasa nikmat ingin menyemburkan sperma. Kemudian aku membalikkan tubuh Athing, sehingga posisinya di bawah lagi. Aku menganjal pinggulnya dengan bantal. Aku memutar-mutarkan pinggulku seperti biduan dangdut.

ku hujamkan dengan penis ku dengan tempo cepat ke liang vaginanya yang sudah sangat becek.

“Oughhh… Athing… Nikmatnya… Aku mau keluuarr nih…“ desahku sambil tetap menyetubuhi vagina janda chinese dihadapanku itu.

“Crottt… Crottt… Crottt…“

Aku tidak kuat lagi mempertahankan sepermaku, dan langsung saja memenuhi liang vagina Athing.

“Oughhh… Mad… kau sangat perkasa..” sambil tersenyum lemas terbaring.

"Telah lama aku menantikan hal ini.." Ujarnya sembari tangannya terus mengelus punggungku yang masih merasakan kenikmatan karena Athing memainkan otot kemaluannya untuk meremas-remas Penisku.

Kemudian, tanpa kukomando, Athing berusaha mencabut Penisku yang tampak mengkilat karena cairan spermaku dan cairan Vaginanya.

Dengan posisi 69, kemudian ia meneduhi aku dan langsung mulutnya bergerak ke kepala Penisku yang sudah mulai layu. Aku memandangi lubang Vaginanya. Athing terus mengulum dan memainkan lidahnya di leher dan kepala Penisku. Tangan kanannya terus mengocok-ngocok batang Penisku. Sesekali dia menghisap dengan keras lubang Penisku. Aku merasa nikmat dan geli.

“Oughhhh… Athing… Geli…“, desahku lirih.

Namun Athing tidak peduli. Ia terus mengecup, mengulum dan mengocok-ngocok Penisku. Aku tidak tinggal diam, cairan rangsangan yang keluar dari vagina Athing membuatku bergairah kembali. Aku kemudian mengecup dan menjilati lubang Vaginanya. Kelentitnya yang menegang tidak pernah aku lepaskan dari jilatan lidahku. Aku menempelkan bibirku dikelentitnya itu.

“Oughhh… Mad… nikmat… nya… Oughhh…“, desahnya.

Athing menghentikan sejenak aksinya karena tidak kuat menahan kenikmatan yang kuberikan.

“Oughhh… Terusss… Ssshhh… Aghhh…“, desahnya sembari kepalanya berdiri tegak.

Kini Vaginanya memenuhi mulutku. Ia menggerak-gerakkan pinggulnya.

“Oughhhh… Yaahh. Teruss… Oughhh… Ooughhh”, aku menyedot kuat kuat vaginanya.

“Sayang… Oughhhh… aku… keluar… aghhh….“, ucap Athing menuju klimaksnya lagi.

Lalu Athing-pun menghentikan gerakannya, tapi aku terus menyedot-nyedot lubang Vaginanya dan hampir semua cairan yang keluar dari Vagina-nya masuk kemulutku. Kemudian dengan sisa-sisa tenaganya, Penisku kembali menjadi sasaran mulutnya. Aku sangat suka sekali dan menikmatinya. Kuakui, Athing merupakan wanita yang sangat pintar membahagiakan pasangannya.

Athing terus menghisap dan menyedoti Penisku sembari mengocok-ngocoknya. Aku merasakan nikmat yang tiada tara.

“Oughhh… Athing… Teruss… Teruss…“, rintihku menahan sejuta kenikmatan.

Athing terus mempercepat gerakan mulutnya dengan liarnya.

“Oughhh… Athing… Aku… Keluuarr… Oughhh…“

“Crottt… Crottt… Crottt…“

Spermaku tumpah ke dalam mulutnya. Sementara Athing seakan tidak merelakan setetespun spermaku meleleh keluar.

“Terimakasih sayang…“, ucapku pada Athing.

Saat itu aku-pun merasa sangat puas lalu Athing-pun mengecup bibirku sambil memelukku dari samping.

“Mad… mungkinkah selamanya kita bisa seperti ini ? aku haus akan seks seperti ini, kamu sangat memuaskanku mad sayng ”, puji nya kepadaku.

Saat itu aku cuma mengangguk dan memeluk Athing ketika dia bertanya hal itu padaku. Singkat cerita semenjak kejadian itu, kami sering melakukan hubungan sex di kamarnya maupun dikamarku. Terkadang, kami tidur saling tumpang tindih, membentuk posisi 69, aku tertidur dengan menghirup aroma segar kemaluannya, sedangkan Athing mengulum penisku.

Tak jarang di kala pagi hari ketika penisku ereksi, Athing sering mengkulum penisku yang ereksi itu, sementara aku dengan cueknya tetap tidur sambil menikmati oralnya, terkadang aku jilat Vaginanya karena gemas. Intinya kami lakukan sesuai mood kami.

Hubungan ini kami lakukan secara diam-diam tanpa ada sepengetahuan penghuni kos lainnya. Sungguh indah sekali tinggal di kost itu, jika ereksi tinggal panggil lalu beraksi.


Senin, 29 Oktober 2018

Cerita Sex: Pacar Ku Kecanduan Seks


Bandar Judi: Sorry saja jika cerita ini mengandung materi dewasa karena berkisah tentang perjalanan cintaku yang penuh dengan nafsu. Cerita sex antara diriku dengan kekasihku berjalan begitu saja tanpa penyesalan sama sekali. Cerita ini adalah salah satu kisah gelap hidupku yang kumau tak seorang pun mengetahuinya.

Sebut saja namaku Adira (19 tahun), sekarang aku bekerja sebagai seorang karyawan disalah satu perusahaan swasta di Bekasi. Kekasihku bernama David, hubungan kami sudah berjalan 5 tahun, tepatnya sejak aku masih duduk di bangku SMA kelas 1. Aku sangat mencintai David, lebih dari apapun.

Dunia Perawan – Kecanduan Seks Karena Sering ML Dengan Pacar Ku | Awalnya, gaya pacaran kami wajar-wajar saja, hanya jalan-jalan dan pegangan tangan. Tidak ada sedikit pun niat yang terbersit dalam hati kami untuk melakukan lebih dari itu apalagi sampai melakukan hubungan sex.


Namun suatu ketika aku diajak David ke Villa temannya, disitu dia berani mencium bibirku, dan akupun membalasnya dengan senang hati karena itu adalah ciuman pertamaku yang sudah aku inginkan sejak aku SMP.

Dunia Perawan – Kecanduan Seks Karena Sering ML Dengan Pacar Ku | Saat usia hubungan kami menginjak satu bulan, seorang teman mengajakku membawa David menginap di rumahnya yang kosong, akupun ragu tapi mau, karena sejak SMP aku sering mendengar cerita seks teman-temanku yang sudah pernah bercinta dengan pacar mereka. Ya, pergaulan teman-temanku memang lumayan bebas dan sedikit banyak juga mempengaruhiku.

Setelah aku mengajak David, awalnya dia sungkan tapi akhirnya dia mau juga menginap bersamaku di rumah Erna (temanku). Malam itu aku kira David akan mengajakku berhubungan seks dan memperawaniku tapi ternyata tidak, David hanya mencium dan meraba-raba tubuhku, akupun kecewa.

Cerita tidak berhenti sampai di situ. Selang beberapa waktu kemudian, Erna kembali mengajakku menginap bersama David. Rumah Erna memang kerap sepi karena orang tuanya sering ke luar kota. Sebagai orang muda aku selalu tergiur jika mendengar keromantisan teman-temanku saat sedang bercinta dengan pacar-pacar mereka. Aku pun ingin merasakannya.

Dunia Perawan – Kecanduan Seks Karena Sering ML Dengan Pacar Ku | Malam itu David juga tidak melakukan apa-apa. Kami hanya sebatas berciuman dan berangkulan saja dengan mesra. Kami tak sampai ML, aku kembali kecewa meskipun aku tidak berani mengungkapkannya. Tentu karena aku malu sebagai wanita. Singkat cerita kami sering menginap di rumah Erna dan hal paling parah yang kami lakukan hanyalah sebatas oral sex.

Jika mengingat kejadian dan cerita-cerita waktu itu, aku sungguh menyesal mengapa begitu mudah aku terpengaruh dengan bisikin syetan. Padahal orang tuaku senantiasa mewanti-wanti diriku untuk menjaga kerhormatanku yang satu itu. Tapi sudahlah, nasi sudah menjadi bubur.

Dunia Perawan – Kecanduan Seks Karena Sering ML Dengan Pacar Ku | Suatu ketika aku memberanikan diri mengajak David ke rumahku ketika orang tuaku pergi. Disitulah pertama kali kami melakukan hubungan suami istri setelah beberapa kali gagal melakukannya di rumah Erna. Saat itu aku merasa menjadi wanita sejati sepenuhnya sekaligus juga merasa kalau sebagian dari diriku telah hilang. Hubungan sex pertama kali dimana-mana memang selalu menegangkan dan tak terlupakan.

Seperti kata orang-orang tua dulu, apa yang terjadi satu kali tidak bakal terjadi lagi tapi apa yang terjadi dua kali pasti akan terjadi untuk ketiga kalinya.. keempat kalinya.. dan seterusnya.
Begitu pulalah cerita sex yang aku alami bersama David. Seiring waktu yang terus berjalan, kami semakin aktif berhubungan intim. Aku akui meski sering bercinta dengan David, aku tak pernah bersentuhan dengan lelaki lain, aku selalu setia kepadanya selama 2 tahun kami berpacaran.

Akhirnya aku pun lulus sekolah dan hubunganku dengan David putus karena dia sering selingkuh dan juga sering memukulku ketika ribut. Aku benci padanya meskipun aku akui masih memiliki sedikit rasa sayang kepadanya, apalagi jika mengingat cerita perjalanan cinta kami yang penuh nafsu selama beberapa tahun. Tapi aku belajar melupakannya.

Aku mulai membuka hatiku pada laki-laki lain, akhirnya aku pacaran dengan Rio yang tak lain teman sekolahku dulu. Saat aku berciuman dengan Rio, aku merasa jijik dan selalu teringat bayang-bayang David, hampir setiap malam aku masturbasi sambil membayangkan ML dengan David.

Di kemudian hari aku putus dengan Rio karena aku dekat lagi dengan David, jujur tak ada lelaki yang sangat aku cintai selain David. Meskipun aku kembali dengannya, tapi aku tetap pacaran dengan orang lain, yah aku dendam akan sikap David yang dulu sering menyakitiku.

Dari sekian lelaki yang aku pacari dan aku campakkan, ada satu lelaki yang sangat aku sayangi, namanya Adam, sikapnya yang lembut dan hangat membuatku jatuh cinta.

Keinginanku untuk ML dengannya sangat bergejolak, Adam lelaki yang taat agama, tak pernah dia meninggalkan shalat, namun aku terus memancingnya dengan mengirim foto-foto seksi

| Yahh aku berhasil, dia mengajakku ke hotel dan aku pun bercinta dengannya. Yang membuatku bangga, aku adalah wanita pertama yang berhubungan sex dengannya. Setelah puas aku tinggalkan Adam dan serius lagi dengan David.

Sekarang, setelah kejadian-kejadian yang kualami itu, aku merasa ada yang aneh pada diriku, aku senang mengenakan pakaian seksi dan merasa bergairah jika melihat mata pria menatap tubuhku dengan nafsu. Aku juga sering masturbasi sambil menonton film porno. Mungkin karena terlalu sering ML dengan pacar membuatku kecanduan seks.

Aku bingung dengan keadaanku, kadang aku bosan dengan cerita sex yang kujalani tapi desakan itu selalu saja ada.


Cerita Sex: Ngentot Dengan Pacar Ku Dan Adek Pacar Ku


Bandar Judi: Pada suatu hari pacar saya (Ana usia 26 tahun) yg di Jakarta, memberi kabar bahwa dia mau datang bersama adiknya (Irene umur 22 tahun). Setelah mereka berdua tiba, mereka menginap di kontrakanku. Tetapi Ana pacarku tdk bisa lama, karena Ana hanya diberi ijin oleh kantornya tiga hari. Selama 3 hari saya dan Ana selalu ngumpet-ngumpet dari cicinya utk bercinta, dan sialnya kita hanya bisa melakukan hubungan sex sekali (kami dulu telah biasa melakukannya sewaktu saya tingal di Jakarta), karena kesempatan utk itu susah sekali.

Setelah Ana pulang, tinggal saya dan Susan yg masih mau liburan di bali. Pada hari minggu saya ajak dia jalan-jalan ke berbagai tempat wisata, pulangnya dia langsung ingin istirahat karena kelelahan. Karena saya belum merasa ngantuk, saya ke ruangan tamu utk nonton TV, sedangkan dia masuk kamar tidur tamu utk istirahat.

Dunia Perawan – Menikmati Tubuh Pacarku Beserta Adiknya | Setelah acara yg saya sukai selesai, saya melihat jam, ternyata sdh jam 1 pagi, tiba-tiba muncul ide isengku utk memasuki kamar tidur Irene, dgn perlahan-lahan saya berjalan mendekati pintu kamarnya, ternyata tdk dikunci, saya masuk dan melihat Irene tidur terlentang dgn kedua lengan dan paha terbuka, saya langsung mengambil tali plastik dan perlahan-lahan saya melucuti pakaiannya semua, mungkin karena dia terlalu lelah sehingga tidurnya sangat nyenyak sampai tdk tahu apa yg sedang saya lakukan, setelah semua pakaiannya kubuka, saya langsung mengikat lengan dan kakinya ke sudut-sudut ranjang.

Tiba-tiba dia terbangun, dan terkejut karena tubuhnya bugil dan terikat di ranjang.

“Ko lepasin saya”, suaranya gemetaran karena shock.
“Cepat lepasin Ko!” Irene mengulangi perintahnya, kali ini lebih keras suaranya.

Tubuh bugilnya telah mambiusku. Aku segera mencopot celana dan cd ku dgn cepat.

“Ko!” Irene memekik.
“Mau ngapain kamu?” Irene terkesiap melihat batang k0ntolku yg sdh mengeras.

Kusentuh toket montoknya dgn kedua tanganku, rasanya dingin bagai seonggok daging.

“Koooo gila luu yah!” Aku merasakan sensasi aneh melihat toket dan lubang memek adik pacarku ini.

Jelas beda dgn waktu-waktu dulu kalau mengintip dia ganti baju di kamarnya. Sekarang aku melihatnya dgn cara yg berbeda.


“Kooo, gua khan adik Ana!” Aku menyentuh lubang memeknya dgn tanganku, lalu mencium dan menjilatinya.

Setelah puas segera kuletakkan batang k0ntolku di gerbang lubang memek Irene.

“Ko jangaan !” dia memohon-mohon padaku.
“Diam luuu.. cerewet!” aku menjawab dgn sembarangan.

Sekali batang k0ntolku kudorong ke depan, tubuhku sdh menjadi satu denganya.

“Iiih.. shiit!” dia mengumpat tp ada nada kegelian dari suaranya itu.

Aku menggoyangkan pinggangku hingga batang k0ntolku mengocok-kocok liang kemaluannya.

“Akhh.. shiit! akh shiit! Ko hentikan!” Semakin dia mamaki ku dgn ekspresi judesnyaitu, semakin terangsang aku jadinya.

Sambil mengocok lubang memeknya aku menghisap puting-puting toketnya.

“Mmpphhhh.. udah jangan Ko!” Irene masih berteriak-teriak memintaku berhenti.
“Lu diam aja jangan banyak ngomong”, ujarku cuek.
“Okhhhh shiit!” ujarnya mengumpat.

Dia menatapku dgn tatapan yg bercampur antara kemarahan dan kegelian yg ditahan. Sejenak aku menghentikan gerakanku. Kasihan jg aku melihatnya terikat seperti ini. Dgn menggunakan cutter yg tergeletak di meja samping ranjang aku memotong tali yg mengikat kedua kakinya. Begitu kedua kakinya terlepas dia sempat berontak. Tp apa dayanya dgn posisi telentang dgn tangan masih terikat. Belum lagi posisiku yg sdh mantap di antara kedua kakinya membuat dia hanya bisa meronta-ronta dan kakinya menendang-nendang tanpa hasil.

“Aaaahhhhhh Ko hentikan dong.. udah Ko.. gue khan adik Ana”, dia memohon lagi tp kali ini suaranya tdk kasar lagi dan terdengar mulai berdesah karena geli.

Nafasnya pun mulai memburu. Aku menciumi lehernya dia melengos ke kiri dan ke kanan tp wajahnya mulai tdk mampu menutupi rasa geli dan nikmat yg kuciptakan.

” Aaaahhhh sshh Ko udah doong.. mmhh.. sshhhhh!” suaranya memohon tp makin terdengar mendesah lirih.

Dunia Perawan – Menikmati Tubuh Pacarku Beserta Adiknya | Kedua kakinya masih meronta menendang-nendang tp kian lemah dan tendangannya bukan karena berontak melainkan menahan rasa geli dan nikmat. Aku menaikkan tempo dlm memompa sehingga tubuhnya semakin bergetar setiap kali batang k0ntolku menusuk ke dlm lubang memeknya yg hangat berulir serta kian basah oleh cairan kenikmatannya yg makin membanjir itu. Kali ini suara nafas Irene kian berat dan memburu,

“Uchhh.. Uchhh.. mmmpphhhhh.. shiit Koo.. ooogghhh mmmppphhh oo.. oooohhh!” Wajahnya semakin memerah, sesekali dia memejamkan matanya sehingga kedua alisnya seperti bertemu.

Tp tiap kali dia begitu atau saat dia merintih nikmat, selalu wajahnya dipalingkan dariku. Pasti dia malu padaku. Lubang memeknya mulai mengeras seperti melumat batang k0ntolku. Pantatnya mulai bergerak naik turun mengimbangi gerakan batang k0ntolku keluar masuk lubang memeknya yg sdh basah kuyup. Saat itu aku berbisik

“Gimana, lu mau udahan?” Aku menggodanya.

Cerita mesum terbaru, Sambil mengatur pernafasan dan dgn ekspresi yg sengaja dibuat serius, dia berkata,

“I.. iiyaaaa.. udah.. han yah Ko”, suaranya dibuat setegas mungkin tp matanya yg sdh sangat sayu itu tdk dapat berbohong kalau dia sdh sangat menikmati permainanku ini.

“Bener udahan?” godaku lagi sambil tetap batang k0ntolku memompa lubang memekknya yg semakin basah sampai mengeluarkan suara agak berdecak-decak.
“Bener nih lu mau udahan?” godaku lagi. -cerita hot-

Tampak wajahnya yg merah padam penuh dgn peluh

“Jawab dong, mau udahan ngga nih?” aku menggodanya lagi sambil tetap menghujamkan batang k0ntolku ke lubang memeknya.

Dunia Perawan – Menikmati Tubuh Pacarku Beserta Adiknya | Sadar aku sdh berkali-kali bertanya itu, dia dgn gugup berusaha menarik nafas panjang dan menggigit bibir bagian bawahnya berusaha mengendalikan nafasnya yg sdh ngos-ngosan dan menjawab,

“Mmpphhh.. iya.. hmm.” Aku menghentikan gerakan naik turunku yg semakin cepat tadi.

Ternyata pantatnya tetap bergerak naik turun, tak sanggup menghentikanya. Soalnya lubang memeknya sdh semakin berdenyut dan menggigit batang k0ntolku.

“Mmmmppphhhh!” Irene terkejut hingga mengerang singkat tp tubuhnya secara otomatis tetap menagih dgn gerakan pantatnya naik turun.

Ketika aku bergerak seperti menarik batang k0ntolku keluar dari lubang memeknya, secara refleks tanpa disadari olehnya, kedua kakinya yg tadinya menendang-nendang pelan, tiba-tiba disilangkan sehingga melingkar di pinggangku seperti tdk ingin batang k0ntolku lepas dari lubang memeknya.


“Lho katanya udahan”, kata-kataku membuat Irene tdk mampu berpura-pura lagi.

Cerita mesum hot, Mukanya mendadak merah padam dan setengah tersipu dia berbisik,

“Ooohhh shiit Koo.. oohhh.. oohhh.. sumpah nikmat banget.. pleasee terusiin yeeass!” belum selesai ia berkata aku langsung kembali menggenjotnya sehingga ia langsung melenguh panjang.

Rupanya rasa malunya telah ditelan oleh kenikmatan yg kuberikan kepadanya.

“Ooohh iya.. iiya.. di situ mmmpphhhh aah!” tanpa sungkan lagi dia mengekspresikan kenikmatannya.

Selama lima belas menit berikutnya aku dan dia masih bergumul. 3 kali dia orgasme dan yg terakhir betul-betul dahsyat kerena bersamaan dgn saat aku ejakulasi. Air kenikmatanaku menyembur kencang sekali bertemu dgn semburan-semburan cairan kenikmatannya yg membanjir. Susan pasti melihat wajahku yg menyeringai sambil tersenyum puas. Senyum kemenangan. Aku melepaskan ikatannya. Dia kemudian duduk di atas kasur. Sesaat dia seperti berusaha menyatukan pikirannya.

“kamu hebat banget sih Ko, sering yach ngesex sama Ana”
“Ngga jg koq!”
“Alaaaah, sama setiap cewek yg kamu tidurin jg jawabannya pasti sama”
“Keperawanan lu kapan diambil?” tanyaku -cerita hot-
“Dulu waktu pacarku ingin pergi ke Amerika utk kuliah, saya hadiahkan sebagai hadiah perpisahan”

Kemudian dia bangkit dan ngeloyor ke kamar mandi, setelah selesai bersih-bersih Irene kembali lagi ke kamar.

Di depan pintu kamar mandi kudekap dia, kuangkat satu kakinya dan kusodok sambil berdiri.

“Aaaahhhhh kok ganas banget sih Lu!” katanya setengah membentak.

Dunia Perawan – Menikmati Tubuh Pacarku Beserta Adiknya | Aku tdk mau tahu, kudorong dia ke dinding kuhajar terus memeknya dgn k0ntolku. Mulutnya kusumbat, kulumat dlm-dlm. Setelah Irene mulai terdengar lenguhannya, kugendong dia sambil pautan k0ntolku tetap dipertahankan. Kubawa dia ke meja, kuletakkan pantatnya di atas meja itu.

Sekarang aku bisa lebih bebas ngesex dgn dia sambil menikmati toketnya. Sambil kuayun, mulutku dgn sistematis menjelajah toketnya, dan seperti biasanya, dia tekan belakang kepalaku ke dadanya, dan aku turuti, habis emang enak dan enak banget.

“ooohhhh.. mmpphhhh.. ooocchhhh.. oohhhhh.. mmmppphhhh”, Irene terus meracau.

Bosen dgn posisi begitu kucabut k0ntolku dan kusuruh Irene nungging. Sambil kedua tangannya memegang meja. Dlm keadaan nungging Irene kelihatan lebih aduhai! Bongkahan pantatnya yg mulus itu yg bikin aku tdk tahan. Kupegang k0ntolku dan langsung kuarahkan ke memeknya. Kugesekkan ke itilinya, dan dia mulai mendesah nikmat. Tdk sabar kutusukkan sekaligus. Langsung kugoyang, dan dlm posisi ini Irene bisa lebih aktif memberikan perlawanan, bahkan sangat sengit.

“Ooohhhh Koo Akuu maaauuuu.. kkeelluuarr laggi..” racaunya.

Irene goyangannya menggila dan tdk lama tangan kanannya menggapai ke belakang, dia tarik pantatku supaya menusuk lebih keras lagi. Kuturuti dia, sementara aku sendiri memang terasa sdh dekat. Irene mengerang dgn sangat keras sambil menjepit k0ntolku dgn kedua pahanya. Saya tetap dgn aksiku. Kuraih badannya yg kelihatan sdh mulai mengendur. Kupeluk dari belakang, kutaruh tanganku di bawah toketnya, dgn agak kasar keremas toketnya dari bawah ke atas dan kuremas dgn keras.

“Mmmmpphhhh.. aaahh.. aaahhh.. aahh”, tdk lama setelah itu bendunganku jebol, kusodok keras banget, dan air kenikmatanku menyembur enam kali di dlm.

Dgn gontai kuiring Irene kembali ke ranjang, sambil kukasih cumbuan-cumbuan kecil sambil kami tiduran. Dan ketika kulihat jam di dinding menunjukan jam dua. Wah lumayan, masih ada waktu buat satu babak lagi, kupikir.

“San, memek dan permainan kamu hot banget!” pujiku.
“Makasih jg ya Ko, kamu jg hebat”, suatu pujian yg biasa kuterima!

Setelah itu kami saling berjanji utk tdk memberi tahu cici dan pacarnya yg sedang kuliah di Amerika. Selanjutnya kami selalu melakukannya setiap hari sampai dia pulang ke Jakarta.